Sabtu, 24 November 2012

Dokter sebagai Mitra <a href="http://toko-alkes.com">kesehatan</a> Kita

Sangat disayangkan bahwa sebagian orang baru menyadari perlunya kesehatan hanya setelah mereka jatuh sakit.  Sewaktu sehat mereka tidak terlalu menghiraukan gaya hidup mereka serta dampaknya terhadap kesehatan.  Mungkin mereka tidak peduli karena banyak dokter ahli yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.  Barangkali juga mereka tidak terlalu peduli sebab berapa pun besarnya biaya pengobatan tidak akan pernah menjadi masalah bagi mereka.

Marilah kita renungkan sejenak: Adakah satu penyakit yang menambah gairah hidup? Penyakit ringan seperti pilek pun sangat menyusahkan.  Bagaimana dengan penyakit-penyakit lainnya yang lebih berat dari itu.  Jadi, walaupun uang dapat membeli kesembuhan, uang tidak bisa menebus gairah hidup yang telah disita oleh penyakit itu, serta waktu dan efisiensi kerja yang hilang karenanya.

dokter sebagai mitra <a href=kesehatan kita dan keluarga" border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-3uGOinrVxh4/ULDWLEML7mI/AAAAAAAAAQA/VB9PQVC9NT8/s320/dokter.jpg" title="dokter kita" width="238" />


Bagaimanapun juga, setiap orang bertanggungjawab atas kesehatannya masing-masing.  Sebab, walaupun dokter dapat memberikan obat penyembuh, tetapi akhirnya masing-masing kita sendirilah yang dapat memelihara kesehatan kita sendiri.  Dengan bertanggung jawab atas kesehatan sendiri bukan berarti Anda harus menjadi dokter, melainkan menjadikan dokter seorang mitra dalam upaya Anda memelihara kesehatan tersebut.  Suatu saat tertentu masing-masing kita akan membutuhkan keahlian seorang dokter untuk  mencegah penyakit melalui konsultasi, vaksinasi, dan sebagainya, maupun untuk mendiagnosa penyakit yang sudah ada.  Jika Anda telah jatuh sakit mungkin hanya dialah yang dapat menolong Anda.

Oleh karena sang dokter akan berperan sebagai mitra, maka sangatlah bijaksana jika Anda memilih dokter yang tepat bagi Anda, cobalah jawab kuis sederhana di bawah ini dengan memilih jawaban yang  tepat.

(1) Waktu yang paling tepat untuk mencari dan memilih seorang dokter adalah:
a.    Sewaktu Anda sakit.
b.    Sewaktu Anda membutuhkan tenaga tambahan untuk pertandingan olahraga, dan sebagainya.
c.    Sewaktu Anda sehat dan bugar.

(2) Dokter yang paling tepat untuk dokter pribadi Anda adalah:
a.    Ginekolog jika Anda seorang wanita.
b.    Ahli THT jika Anda sering pilek.
c.    Dokter umum atau internis.
d.    Dokter ahli tulang jika rematik Anda sering kambuh.

(3) Kualifikasi apa yang harus dimiliki oleh dokter Anda:
a.    Tamatan dari universitas terkenal.
b.    Bekerja di rumah sakit yang terkenal.
c.    Terkenal di kalangan masyarakat.
d.    Memiliki keahlian khusus.

(4) Sebaiknya dokter Anda berusia:
a.    Sangat tua dan berpengalaman.
b.    Sangat muda dan bersemangat.
c.    Di antara kedua golongan di atas.

(5) Jika dokter Anda memberi penjelasan dengan menggunakan beberapa istilah yang  asing, maka Anda sebaiknya:
a.    Pura-pura mengerti.
b.    Catat istilah itu lalu cari artinya dalam kamus di rumah.
c.    Tanyakan segera kepada dokter tersebut.
d.    Terka-terka apa artinya.

(6) Jika obat-obat  yang dokter berikan tidak menghasilkan perubahan atas penyakit anda, maka:
a.    Naikkan dosis obat itu.
b.    Kurangi dosis obat tersebut.
c.    Segera laporkan kepada dokter Anda.
d.    Berhenti makan obat itu lalu cari dokter yang lain.

(7) Jika Anda tidak sependapat dengan dokter Anda, maka:
a.    Ikuti saja pendapat dokter itu, sebab dia lebih pandai.
b.    Jangan turuti pentunjuknya lalu lakukan apa yang menurut Anda benar.
c.    Nyatakan secara jelas mengapa Anda tidak sependapat dengan dokter itu.
d.    Ganti dokter.

(8) Jika Anda menaruh curiga kepada sesuatu yang mungkin adalah penyebab penyakit Anda tetapi dokter seolah-olah mengabaikannya, maka:
a.    Anda diam saja, sebab dokter lebih tahu daripada Anda.
b.    Ganti dokter sebab dokter Anda kurang teliti.
c.    Nyatakan buah pikiran Anda.
d.    Lebih dahulu cari pendapat dari dokter yang lain sebelum membicarakannya dengan dokter Anda.

(9) Jika Anda malu memperbincangkan sesuatu yang sangat pribadi dan peka dengan dokter Anda, maka:
a.    Jangan perbincangkan itu dengan dia.
b.    Bicarakan secara tidak langsung dengan kiasan.
c.    Katakan apa adanya tanpa rasa malu yang berlebihan.
d.    Utus orang lain untuk membicarakannya dengan dokter Anda.

       Untuk semua pertanyaan, jawaban yang terbaik adalah c, kecuali nomor 3 yaitu a sampai d.
        Semoga kuis yang singkat ini dapat menolong Anda dalam memilih dokter yang tepat sebagai mitra, serta menjalin hubungan yang tepat dengannya.

0 komentar: